Keutamaan Sholat TARAWIH Agustus 9, 2009
Posted by mualafguntara in 1, Keutamaan keutamaan dlm ibadah.trackback
Bulan Ramadhan, adalah bulan yang amat ditunggu-tunggu umat Islam yang beriman. Bulan yang penuh dengan Ampunan dan keutamaan yang tidak pernah diberikan kepada umat-umat yang lain. Sayang nih kalau dilewatkan mumpung masih hidup dan umur panjang oleh ALLAH SWT.
Kita tidak pernah tahu kapan ajal akan menjemput, tapi yang pasti ALLAH SWT sudah memberikan tanda-tanda pada diri kita, seperti: kekuatan fisik yang berkurang,daya pikir yang semakin lemah dan tumbuhnya uban di kepala kita.
Dari Ali bin Abi Thalib r.a. bahwa dia berkata: Nabi SAW ditanya tentang keutamaan-keutamaan tarawih di bulan Ramadhan. Kemudian beliau bersabda;
pada malam ke 1 : Orang mukmin keluar dari dosanya , seperti saat dia dilahirkan oleh ibunya.
pada malam ke 2 : ia diampuni, dan juga kedua orang tuanya, jika keduanya mukmin.
pada malam ke 3 : seorang malaikat berseru dibawah ‘Arsy: “Mulailah beramal, semoga Allah mengampuni dosamu yang telah lewat”.
Pada malam ke 4 : dia memperoleh pahala seperti pahala membaca Taurat, Injil, Zabur, dan Al-Furqan (Al-Quran).
Pada malam ke 5 : Allah Ta’ala memeberikan pahala seperti pahala orang yang shalat di Masjidil Haram, masjid Madinah dan Masjidil Aqsha.
Pada malam ke 6 : Allah Ta’ala memberikan pahala orang yang berthawaf di Baitul Makmur dan dimohonkan ampun oleh setiap batu dan cadas.
Pada malam ke 7 : seolah-olah ia mencapai derajat Nabi Musa a.s. dan kemenangannya atas Fir’aun dan Haman.
Pada malam ke 8 : Allah Ta’ala memberinya apa yang pernah Dia berikan kepada Nabi Ibrahin a.s.
Pada malam ke 9 : seolah-olah ia beribadat kepada Allag Ta’ala sebagaimana ibadatnya Nabi SAW.
Pada Malam ke 10: Allah Ta’ala mengaruniai dia kebaikan dunia dan akhirat.
Pada malam ke 11: ia keluar dari dunia seperti saat ia dilahirkan dari perut ibunya.
Pada malam ke 12: ia datang pada hari kiamat sedang wajahnya bagaikan bulan di malam purnama.
Pada malam ke 13: ia datang pada hari kiamat dalam keadaan aman dari segala keburukan.
Pada malam ke 14: para malaikat datang seraya memberi kesaksian untuknya, bahwa ia telah melakukan shalat tarawih, maka Allah tidak menghisabnya pada hari kiamat.
Pada malam ke 15: ia didoakan oleh para malaikat dan para penanggung (pemikul) Arsy dan Kursi.
Pada malam ke 16: Allah menerapkan baginya kebebasan untuk selamat dari neraka dan kebebasan masuk ke dalam surga.
Pada malam ke 17: ia diberi pahala seperti pahala para nabi.
Pada malam ke 18: seorang malaikat berseru, “Hai hamba Allah, sesungguhnya Allah ridha kepadamu dan kepada ibu bapakmu.”
Pada malam ke 19: Allah mengangkat derajat-derajatnya dalam surga Firdaus.
Pada malam ke 20: Allah memberi pahala para Syuhada (orang-orang yang mati syahid) dan shalihin (orang-orang yang saleh).
Pada malam ke 21: Allah membangun untuknya sebuah gedung dari cahaya.
Pada malam ke 22: ia datang pada hari kiamat dalam keadaan aman dari setiap kesedihan dan kesusahan.
Pada malam ke 23: Allah membangun untuknya sebuah kota di dalam surga.
Pada malam ke 24: ALLAH mengabilkan duapuluh empat doanya
Pada malam ke 25: Allah Ta’ala menghapuskan darinya azab kubur.
Pada malam ke 26: Allah mengangkat pahalanya selama empat puluh tahun.
Pada malam ke 27: ia dapat melewati shirath pada hari kiamat, bagaikan kilat yang menyambar.
Pada malam ke 28: Allah mengangkat baginya seribu derajat dalam surga.
Pada malam ke 29: Allah memberinya pahala seribu haji yang diterima.
pada malam ke 30: Allah berfirman:”Hai hamba-Ku, makanlah buah-buahan surga, mandilah dari iar Salsabil dan minumlah dari telaga Kautsar. Akulah Tuhanmu, dan engkau hamba-Ku” (HR Majalis).
Ada perbedaan tentang jumlah Raka’at dalam pelaksanaan Sholat TARAWIH. Tapi hendaklah jangan menjadi jurang pemisah. Anda boleh saja melaksanakan Sholat Tartawih 11 raka’at atau 21 raka’at tergantung dengan keyakinan anda.tapi yang pasti berapapun jumlahnya, Rosul sangat menganjurkan menghidupkan malam-malam dibulan Ramadhan(salah satunya Sholat Tarawaih).
Komentar»
No comments yet — be the first.